BOGOR — Turnamen The Indonesia Pro-Am presented by Combiphar & Nomura 2026 yang berlangsung di Gunung Geulis Country Club, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, tidak sekadar jadi ajang kompetisi tahunan. Bagi para pegolf nasional, event yang menjadi bagian dari Asian Development Tour (ADT) ini adalah panggung untuk mengukur kemampuan di hadapan kompetitor internasional.
Hasilnya, tiga nama Indonesia yakni Kevin C. Akbar, Peter Gunawan, dan Amadeus Susanto mampu bertahan hingga putaran final. Kevin bahkan mencatatkan posisi terbaik di antara wakil tuan rumah dengan finis T6 pada kategori individual, membukukan total 202 pukulan atau 11 di bawah par.
Format Pro-Am yang Mengubah Cara Kompetisi Berjalan
Sejak 2023, turnamen ini mengadopsi format profesional-amatir yang terinspirasi dari New Zealand Open. Konsep ini mempertandingkan dua kategori sekaligus: individual untuk para profesional, dan beregu yang memasangkan pegolf profesional dengan pemain amatir.
President Director Combiphar, Michael Wanandi, menilai format ini menghadirkan suasana kompetisi yang berbeda. Para pegolf profesional tidak hanya berjuang untuk skor pribadi, tetapi juga harus mampu membangun kerja sama dengan pasangan amatirnya di kategori beregu.
"Format pro-am memberikan suasana kompetisi berbeda karena pegolf profesional tidak hanya bertanding secara individual, tetapi juga bermain bersama pegolf amatir dalam kategori beregu," kata Michael Wanandi di Bogor, Jumat.
Dampak Nyata bagi Perkembangan Pegolf Muda
President Director Gunung Geulis Country Club, Agung Budiman, menyebut turnamen ini menjadi platform bagi pegolf nasional untuk mengembangkan permainan mereka. Ia mencontohkan bagaimana Kevin, Peter, dan Amadeus bisa bersaing ketat dengan pemain asing hingga ronde penentu.
"The Indonesia Pro-Am memberikan platform bagi para pegolf nasional kita untuk grow the game. Hasilnya, kami cukup senang tiga pegolf kita, Kevin C. Akbar, Peter Gunawan, dan Amadeus Susanto, bisa bersaing dengan para pegolf luar hingga putaran akhir," ujar Agung.
Ia berharap capaian ini bisa memicu lebih banyak pegolf Indonesia untuk tampil di ajang serupa pada tahun-tahun mendatang. Semakin sering berhadapan dengan pemain lintas negara, semakin tajam pula mental bertanding mereka.
Gunung Geulis dan Jejak Panjang Turnamen Internasional
Perhelatan di Gunung Geulis sebenarnya sudah berlangsung sejak 2016. Namun, wajahnya baru berubah menjadi Indonesia Pro-Am pada 2023. Managing Director Nomura Singapore Limited, Hirosumi Sekita, menilai penyelenggaraan empat tahun terakhir menunjukkan progres positif, baik dari sisi peserta maupun hasil yang diraih para pemain.
Sementara itu, di kategori beregu, kejutan datang dari pasangan pegolf amatir Indonesia Luke Evan Moore yang berpasangan dengan pegolf Thailand Parathakorn Suyasri. Duet ini keluar sebagai juara dengan total 180 pukulan, membuktikan bahwa kolaborasi antara pegolf profesional dan amatir mampu menghasilkan prestasi gemilang di panggung Asia.