Bahlil Tegur Orang Kaya Pakai BBM Subsidi: Harusnya Malu, Jatah Warga Miskin Tergerus
NUSAPERDANA.COM — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegur masyarakat mampu yang masih memakai Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Ia menegaskan subsidi itu hanya untuk warga yang berhak, bukan pemilik mobil bagus dengan pendapatan menengah ke atas. Pemerintah juga memastikan harga BBM bersubsidi tidak naik sampai akhir tahun.
Menurut Bahlil, subsidi BBM dirancang untuk warga yang benar-benar membutuhkan. Ketika kelompok mampu ikut menikmatinya, jatah subsidi bagi masyarakat miskin otomatis berkurang.
Alasan Pemerintah Menyoroti Pengguna BBM Subsidi
Bahlil menilai pemakaian BBM subsidi oleh orang kaya menggeser alokasi yang seharusnya diterima warga berpenghasilan rendah. Ia meminta kesadaran kelompok menengah ke atas untuk tidak mengambil hak orang lain.
"Nah saya mengimbau kepada saudara-saudara saya, saya mengimbau terus ini. Yang mampu, yang pendapatannya bagus, ekonominya menengah ke atas, mobilnya bagus, ya janganlah pakai BBM subsidi," kata Bahlil.
Ia menambahkan, rasa malu seharusnya muncul ketika warga mampu menyerobot jatah subsidi. "Masa sih kita nggak malu sama saudara-saudara kita yang harus mendapatkan subsidi BBM, tapi jatahnya diambil oleh orang yang mampu, tidak hanya sampai ke sana," ujarnya.
Harga BBM Subsidi Tidak Naik hingga Akhir Tahun
Di sisi lain, Bahlil memastikan harga BBM bersubsidi tidak naik hingga akhir tahun. Pemerintah juga menjamin ketersediaan stok BBM nasional tetap aman.
"Yang terpenting sekarang adalah pemerintah memastikan cadangan BBM kita itu ada pada standar minimal, 18 sampai dengan 21 hari," kata Bahlil.
Siapa yang Berhak atas BBM Subsidi
Bahlil tidak merinci kriteria penerima dalam pernyataannya. Ia hanya menyebut kelompok sasaran sebagai warga berpendapatan rendah dan ekonomi menengah ke bawah. Pemilik kendaraan mewah dan masyarakat berpenghasilan tinggi diminta beralih ke BBM non subsidi.
Informasi lengkap soal kriteria penerima dan jenis BBM yang disubsidi dapat diakses melalui kanal resmi Kementerian ESDM serta PT Pertamina (Persero).
Cara Melaporkan Penyalahgunaan BBM Subsidi
Masyarakat yang menemukan indikasi penyalahgunaan BBM bersubsidi bisa menyampaikannya ke kanal pengaduan resmi. Berikut langkah yang bisa ditempuh:
- Catat lokasi, waktu, dan jenis kendaraan yang diduga menyalahgunakan BBM subsidi.
- Hubungi call center Pertamina di 135 atau kanal pengaduan Kementerian ESDM.
- Sampaikan laporan melalui aplikasi atau situs resmi yang disediakan pemerintah.
- Simpan bukti foto atau video sebagai lampiran laporan.
Waspadai Penipuan dan Calo
Pemerintah tidak menunjuk perantara atau calo dalam penyaluran BBM subsidi. Warga diminta waspada terhadap pihak yang menjanjikan akses subsidi dengan imbalan uang.
Semua informasi resmi soal harga, kuota, dan penyaluran BBM subsidi hanya disampaikan melalui Kementerian ESDM dan Pertamina. Jika ada pungutan liar atau tawaran tidak wajar, laporkan ke kanal pengaduan resmi.