NUSAPERDANA.COM — Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Antam, Arini Kasmira, menyebut proyek ini sebagai salah satu pengembangan strategis utama perseroan di sepanjang 2026. Pabrik tersebut diproyeksikan menambah kapasitas produksi logam mulia Antam sekitar 30–40 ton per tahun.
Kapasitas Produksi dan Skala Manufaktur
Selain menambah volume produksi, pabrik Gresik dirancang mampu mencetak hingga 5 juta keping emas batangan dan koin emas per tahun. Produk yang dihasilkan memiliki kadar kemurnian 99,99 persen.
Arini menjelaskan fasilitas ini ditujukan untuk memperbesar kemampuan manufaktur logam mulia Antam. Tujuannya agar perseroan bisa memenuhi permintaan emas investasi di dalam negeri yang terus tumbuh.
"Salah satu pengembangan strategis utama kami adalah kami sedang membangun fasilitas manufaktur logam mulia kami di Gresik dengan proyeksi kapasitasnya kurang lebih sekitar 30-40 ton per tahun," ujar Arini dalam Public Expose Live 2026, Kamis (10/9/2026).
Pangsa Pasar Emas Antam di Atas 60 Persen
Posisi Antam di pasar emas domestik saat ini ditopang pangsa pasar yang telah melewati 60 persen. Angka itu menjadikan perseroan pemain dominan di segmen logam mulia nasional.
Untuk mempertahankan posisi tersebut, Antam menyiapkan sejumlah langkah. Mulai dari memastikan ketersediaan bahan baku, meningkatkan kapasitas manufaktur, memperkuat bauran produk, hingga memperluas akses pasar.
"Pengembangan ini akan memperkuat posisi logam mulia Antam yang saat ini memiliki pangsa pasar 60 persen, sekaligus meningkatkan kapasitas Antam dalam memenuhi permintaan pasar domestik," kata Arini.
Mengapa Pabrik Ini Penting bagi Pasar Emas Nasional
Permintaan emas investasi di Indonesia selama ini sebagian masih dipenuhi lewat impor produk jadi. Kehadiran pabrik Gresik berpotensi memangkas ketergantungan itu sekaligus memperbesar nilai tambah di dalam negeri.
Bagi Antam, pengembangan bisnis hilir emas menjadi salah satu pilar pertumbuhan selain lini nikel dan bauksit. Pabrik ini juga memperkuat rantai produksi logam mulia perseroan dari hulu ke hilir.
Jika target 2028 tercapai, Antam akan menambah kapasitas manufaktur yang signifikan di tengah persaingan pasar emas domestik yang makin ramai. Posisi pangsa pasar di atas 60 persen menjadi modal utama perseroan untuk menjaga dominasi tersebut.