Pencarian

Harga CPO Bursa Malaysia Melesat ke Level Tertinggi, Imbas Mandat B50 dan Ancaman El Nino

Sabtu, 22 Agustus 2026 • 08:26:31 WIB
Harga CPO Bursa Malaysia Melesat ke Level Tertinggi, Imbas Mandat B50 dan Ancaman El Nino
Harga CPO di Bursa Malaysia ditutup menguat ke level tertinggi, didorong oleh sentimen mandat B50 dan ancaman El Nino.

KUALA LUMPUR — Harga CPO di Bursa Malaysia mencatatkan reli signifikan, didorong sentimen ganda dari kebijakan energi hijau dan ancaman cuaca ekstrem. Kontrak acuan CPO untuk pengiriman beberapa bulan ke depan ditutup menguat tajam, menandai level tertinggi sejak awal tahun ini.

Penguatan harga ini terjadi di tengah spekulasi pasar bahwa Indonesia akan segera merealisasikan mandat biodiesel B50, yang bakal menyerap lebih banyak minyak sawit untuk campuran bahan bakar. Kebijakan ini berpotensi mengurangi pasokan CPO yang tersedia untuk pasar ekspor global.

Mandat B50 dan El Nino Jadi Katalis Utama

Kabar penerapan B50 yang kian dekat menjadi pendorong utama aksi beli di pasar berjangka. Para pelaku pasar menilai kebijakan ini akan memperketat pasokan minyak sawit dunia, mengingat Indonesia adalah produsen terbesar komoditas tersebut.

Di sisi lain, prediksi munculnya fenomena El Nino menambah kekhawatiran akan gangguan produksi. Cuaca kering berkepanjangan yang kerap menyertai El Nino dinilai mampu menekan produktivitas tanaman sawit di kawasan Asia Tenggara, terutama pada semester kedua tahun ini.

“Kombinasi antara permintaan domestik yang kuat untuk biodiesel dan potensi penurunan produksi akibat cuaca menjadi alasan utama pasar bergerak agresif,” demikian analis perkebunan di Kuala Lumpur menyebutkan dalam catatannya.

Dampak ke Harga Minyak Goreng Domestik

Reli harga CPO global ini berpotensi memberi tekanan pada harga minyak goreng di pasar dalam negeri. Meski pemerintah memiliki instrumen kebijakan untuk menjaga stabilitas harga, gejolak harga acuan internasional biasanya akan direspons cepat oleh para pengolah dan distributor.

Kenaikan harga CPO juga berimbas pada pendapatan ekspor negara. Penerimaan devisa dari sektor kelapa sawit diproyeksikan meningkat, meski volume ekspor berpotensi turun seiring dengan penyerapan domestik yang lebih besar.

Proyeksi Harga dan Respons Pelaku Usaha

Sejumlah analis memperkirakan momentum penguatan harga masih akan berlanjut dalam jangka pendek. Faktor fundamental pasokan yang ketat dan kebijakan energi yang agresif di dua negara produsen utama menjadi penopang utama sentimen positif.

Di sisi hilir, para pengusaha sawit di tanah air menyambut positif tren harga ini. Namun, mereka tetap berharap pemerintah konsisten menjaga iklim usaha agar keuntungan dari kenaikan harga dapat dinikmati seluruh rantai pasok, mulai dari pekebun hingga eksportir.

Pasar selanjutnya akan mencermati perkembangan kebijakan teknis terkait implementasi B50 serta data curah hujan di wilayah sentra produksi untuk mengukur dampak El Nino secara lebih pasti.

Sumber: achmadnurhidayat.id

Follow daerah.nusaperdana.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks