Pencarian

Satgas TNI Turun ke Desa, Perkuat Pencegahan Karhutla di Kunto Darussalam dan Pagaran tapah

Kamis, 10 September 2026 • 10:59:00 WIB
Satgas TNI Turun ke Desa, Perkuat Pencegahan Karhutla di Kunto Darussalam dan Pagaran tapah

Satgas TNI Turun ke Desa, Perkuat Pencegahan Karhutla di Kunto Darussalam dan Pagaran tapah

Nusa Perdana com.Rokan Hulu-

Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus diperkuat pemerintah bersama TNI, Polri, pemerintah kecamatan, desa, perusahaan dan masyarakat.
Penyuluhan dan edukasi pencegahan karhutla digelar di Kecamatan Kunto Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu, Riau, Kamis (10/9/2026).

Kegiatan dihadiri Camat Kunto Darussalam, Camat Pagaran Tapah Darussalam, Danramil 10 Kunto Darussalam, Kapolsek Kunto Darussalam, kepala desa/lurah, tokoh adat, agama, masyarakat serta stakeholder terkait.

Secara umum, wilayah Kunto Darussalam dan Pagaran Tapah Darussalam berada dalam kondisi relatif berisiko rendah. Bahkan, dalam beberapa tahun terakhir kedua wilayah tersebut mampu mempertahankan zero hotspot dan zero wildfire.

Kunto Darussalam terdiri dari sembilan desa dan satu kelurahan, sedangkan Pagaran Tapah Darussalam memiliki tiga desa. Namun, sejumlah wilayah tetap menjadi perhatian, khususnya Muara Dilam dan Sungai Kuti yang berbatasan dengan Kecamatan Bonai Darussalam dan memiliki karakteristik lahan gambut yang lebih rawan terbakar.

Sementara itu, sebagian besar wilayah lainnya merupakan perkebunan masyarakat dan perusahaan dengan tanah mineral. Perusahaan juga telah menyiapkan tim, sarana, prasarana dan peralatan untuk penanganan karhutla.

Tim Satgas Penyuluhan Karhutla Mabes TNI menegaskan, kehadiran personel hingga tingkat kecamatan dan desa merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam mencegah karhutla. Untuk Rokan Hulu, tim dipimpin Brigjen TNI Andi yang berhalangan hadir karena sedang mengikuti briefing di Mabes TNI.

Melalui tim yang hadir, Brigjen TNI Andi menyampaikan salam hormat dan permohonan maaf kepada masyarakat. Satgas menegaskan, kehadiran TNI bukan untuk menggurui, melainkan bersilaturahmi, berbagi pengetahuan, mendengar pengalaman masyarakat serta menggali persoalan dan kebutuhan penanganan karhutla.

Masukan masyarakat akan menjadi bahan evaluasi untuk disampaikan kepada pemerintah pusat sebagai pertimbangan dalam menentukan kebijakan selanjutnya.

Dalam penyuluhan, masyarakat diajak menerapkan empat langkah utama, yakni cegah sebelum terbakar, deteksi dini, laporkan dengan cepat, dan tangani secara terpadu.

Sinergi pemerintah, TNI, Polri, pemerintah desa, perusahaan dan masyarakat dinilai menjadi kunci mempertahankan zero hotspot dan zero wildfire, sekaligus mencegah dampak karhutla berupa kabut asap, gangguan kesehatan dan terganggunya aktivitas ekonomi.

Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau serta berhati-hati terhadap aktivitas yang berpotensi menimbulkan api.

Di akhir kegiatan, jajaran TNI juga menyerahkan bantuan sembako kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan dengan warga
 (Gs).

Follow daerah.nusaperdana.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks