JAKARTA — Proyeksi penguatan harga CPO pada paruh kedua 2026 bertumpu pada dua katalis utama: mandatori biodiesel B50 dan sinyal datangnya El Nino. Kombinasi keduanya diperkirakan menekan pasokan minyak sawit di pasar global, sekaligus mengerek permintaan domestik.
Kebijakan B50 yang digulirkan bertahap menyerap lebih banyak volume CPO di dalam negeri. Alhasil, porsi ekspor berkurang dan harga internasional mendapat tekanan naik.
El Nino dan Dampaknya pada Produksi Sawit
El Nino menjadi katalis lain yang tak kalah penting. Kekeringan yang dipicunya berpotensi menurunkan produktivitas tanaman sawit di sejumlah sentra produksi Indonesia.
Penurunan produksi biasanya baru terasa beberapa bulan setelah fenomena terjadi, sejalan dengan siklus pertumbuhan buah sawit. Kondisi ini akan semakin memperketat pasokan global di tengah permintaan yang stabil.
Harga CPO dan Dampaknya bagi Petani
Penguatan harga tentu menjadi angin segar bagi petani dan pekebun sawit. Namun, fluktuasi harga tetap menjadi tantangan yang harus diwaspadai.
Perubahan kebijakan negara tujuan ekspor dan kondisi ekonomi global bisa mengubah arah pasar secara tiba-tiba. Para pelaku industri pun diimbau untuk mencermati perkembangan kebijakan energi dan iklim global.