Pencarian

Bansos Korban Bencana Sumatera Cair Rp435,32 Miliar, Ini 6 Daerah Penerima

Senin, 21 September 2026 • 07:02:02 WIB
Bansos Korban Bencana Sumatera Cair Rp435,32 Miliar, Ini 6 Daerah Penerima
Kementerian Sosial menyalurkan bansos korban bencana Sumatera senilai Rp435,32 miliar melalui PT Pos.

NUSAPERDANA.COM — Kementerian Sosial menyalurkan bantuan bagi penyintas bencana Sumatera senilai Rp435,32 miliar melalui PT Pos. Dana itu menyasar warga terdampak di enam kabupaten/kota, terdiri dari bantuan jaminan hidup dan isi hunian. Penerima diimbau mengecek status dan jadwal penyaluran lewat pemerintah daerah setempat.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyatakan anggaran bantuan bagi penyintas bencana Sumatera telah cair senilai Rp435,32 miliar. Dana tersebut disalurkan melalui PT Pos kepada masyarakat yang berhak menerima di enam kabupaten/kota.

Enam daerah penerima itu adalah Kota Langsa, Kabupaten Aceh Utara, Kabupaten Nagan Raya, Kabupaten Tapanuli Tengah, Kabupaten Tapanuli Utara, dan Kabupaten Lima Puluh Kota. Pencairan ini disebut sebagai bagian dari upaya pemerintah mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat setelah bencana.

Rincian Bantuan: Jaminan Hidup dan Isi Hunian

Dari total Rp435,32 miliar, sebanyak Rp322,827 miliar dialokasikan untuk bantuan isi hunian bagi 107.609 kepala keluarga (KK). Sisanya, Rp112,50 miliar, berupa bantuan jaminan hidup (jadup) bagi 83.333 jiwa.

Bantuan isi hunian ditujukan membantu keluarga terdampak melengkapi kembali kebutuhan rumah tangga mereka. Sementara jadup membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat penyintas.

Daerah dengan Alokasi Terbesar

Kabupaten Aceh Utara menerima porsi terbesar, yakni Rp328,45 miliar. Rinciannya, bantuan isi hunian untuk 101.900 KK senilai Rp305,7 miliar dan jadup bagi 16.857 jiwa sebesar Rp22,75 miliar.

Daerah berikutnya adalah Kabupaten Tapanuli Tengah dengan Rp72,97 miliar, Kota Langsa Rp32,67 miliar, Kabupaten Nagan Raya Rp398,7 juta, Kabupaten Tapanuli Utara Rp267,45 juta, dan Kabupaten Lima Puluh Kota Rp553,15 juta.

Siapa yang Berhak Menerima

Bantuan ini menyasar warga yang terdampak bencana di enam kabupaten/kota tersebut dan terdata sebagai penerima yang berhak. Data penerima mengacu pada hasil pendataan korban bencana di masing-masing daerah.

Warga yang merasa terdampak namun belum menerima bantuan dapat menanyakan statusnya ke pemerintah daerah setempat, karena penyaluran dilakukan melalui koordinasi antara Kementerian Sosial dan pemerintah daerah.

Cara Mengetahui Status Penerima

  1. Hubungi pemerintah desa atau kelurahan setempat untuk memastikan nama Anda terdata sebagai penerima bantuan.
  2. Tanyakan ke dinas sosial kabupaten/kota mengenai jadwal dan mekanisme penyaluran di daerah Anda.
  3. Pastikan data diri Anda sesuai dengan yang tercatat agar tidak terjadi hambatan saat pencairan melalui PT Pos.
  4. Simpan bukti atau undangan penyaluran yang diberikan petugas sebagai syarat pengambilan bantuan.

Jadwal dan Mekanisme Penyaluran

Dana bantuan disalurkan melalui PT Pos kepada masyarakat yang berhak menerima. Kementerian Sosial menyatakan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait agar proses penyaluran berjalan tertib dan tepat sasaran.

"Setelah dananya cair, yang paling penting adalah memastikan bantuan segera sampai kepada penerima dan benar-benar dirasakan manfaatnya," kata Gus Ipul.

Informasi lengkap mengenai jadwal pencairan per daerah dapat diakses melalui dinas sosial setempat dan kanal resmi Kementerian Sosial.

Peringatan Penipuan

Masyarakat diimbau tidak mempercayai pihak yang menawarkan jasa mempercepat atau mengurus bantuan dengan imbalan uang. Penyaluran bantuan sosial tidak dipungut biaya dan hanya dilakukan melalui mekanisme resmi pemerintah.

Jika menemukan dugaan pungli atau penipuan terkait bantuan ini, laporkan ke dinas sosial setempat atau kanal pengaduan resmi Kementerian Sosial.

Sumber: cnbcindonesia.com

Follow daerah.nusaperdana.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks